160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Usai Melahirkan, Ibu Muda di Mamasa Ditandu 10 Kilometer demi Mendapatkan Perawatan Medis

750 x 100 AD PLACEMENT

PERJALANANRASA.COM, Mamasa – Siska, seorang ibu muda asal Dusun Paku, Desa Gandang Dewata, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), terpaksa ditandu secara bergantian oleh warga sejauh 10 kilometer demi mendapatkan pertolongan medis setelah melahirkan di rumahnya.

Perjuangan warga menembus kegelapan malam tersebut dilakukan lantaran akses jalan menuju kampung halaman Siska mengalami kerusakan parah dan sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Peristiwa itu bermula ketika Siska mulai merasakan kontraksi pada Kamis subuh, 24 September 2026, sekitar pukul 03.00 WITA. Ia kemudian berhasil melahirkan bayinya di rumah pada pukul 14.00 WITA. Namun, beberapa jam setelah persalinan, kondisi kesehatannya mendadak memburuk.

“Sore hari kami infokan ke bidan desa karena Siska sudah mulai kesakitan. Ari-arinya belum keluar dan belum bersih, jadi harus segera mendapat perawatan medis,” ujar Juniarti, warga Dusun Paku, saat dikonfirmasi melalui pesan Messenger, Kamis, 24 September 2026.

750 x 100 AD PLACEMENT

Karena ambulans tidak dapat menjangkau dusun tersebut, puluhan warga setempat berinisiatif membuat tandu darurat dari kayu dan kain untuk mengevakuasi Siska.

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 19.00 WITA. Dalam kondisi kesehatan yang memburuk, Siska ditandu melewati medan jalan yang terjal selama kurang lebih enam jam. Rombongan akhirnya tiba di titik jalan yang dapat dijangkau kendaraan sekitar pukul 01.00 WITA, Jumat dini hari.

Setibanya di jalan poros, Siska langsung dilarikan ke Puskesmas Tabulahan untuk mendapatkan penanganan darurat. Namun, karena keterbatasan fasilitas medis, pihak puskesmas memutuskan untuk segera merujuknya ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai di Mamuju.

Bidan jaga malam Puskesmas Tabulahan, Riwana, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi Siska membutuhkan penanganan dokter spesialis serta transfusi darah sesegera mungkin.

“Pasien dari Gandang Dewata kami rujuk ke Rumah Sakit Mutiara Ibu Mamuju akibat retensio plasenta (plasenta tertahan) dan membutuhkan transfusi darah golongan A. Setibanya di sana, pasien langsung ditangani oleh tim medis,” ujar Riwana.

Peristiwa yang menimpa Siska kembali menyoroti mendesaknya pembenahan infrastruktur jalan di wilayah pelosok Kabupaten Mamasa. Kerusakan akses jalan yang menghambat mobilitas warga turut menyulitkan proses evakuasi pasien dalam kondisi darurat.

Tanpa akses jalan yang layak, warga di kawasan pedalaman masih menghadapi hambatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat dan aman. Dalam situasi darurat seperti yang dialami Siska, keterbatasan akses tersebut bahkan dapat mempertaruhkan keselamatan jiwa.

750 x 100 AD PLACEMENT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT